Peran Pendamping Minum Obat (PMO) dalam Keteraturan Konsumsi Obat Klien TBC

  • Wartonah Wartonah Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Eska Riyanti Poltekkes Kemenkes Jakarta III
  • Nelly Yardes Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Keywords: Companion; Pulmonary TB; compliance with taking medication

Abstract

Tuberculosis is a contagious pulmonary infection and the biggest cause of death after cardiovascular disease and diabetes mellitus. The non-compliance of patients with pulmonary TB in taking medication causes the patient's recovery rate to be low, high mortality rates and recurrence increases and has an impact on bacterial resistance to some anti-tuberculosis drugs and is very difficult to cure. This study aims to determine the factors most associated with adherence to taking anti-pulmonary TB drugs in the Cipayung District Health Center East Jakarta area. The research method used is Cross sectional. The sample used was 60 respondents who matched the inclusion criteria. Data collection was done using questionnaires and data analysis using Chi-Square test. Data analysis  showed that there was a significantly relationship between role of PMO with OR 2,6 (p value = 0,000) with adherenceto taking anti-pulmonary TB drugs. The results showed that TB clients 2.6 times would regularly take TB medication if the PMO reminded them of taking medication

References

Amin, Z. d. 2006. Tuberkulosis Paru, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI.

Dahlan ,MS(2010). Besar Sampel dan cara pengambilan Sampel Dalam Penelitian Kedokteran dan kesehatan, Jakarta Salemba Medika

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2011. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Edisi 2. Jakarta : Gerdunas.

GendhisI D, YunieA, Mamat S. 2011. Hubungan antara Pengetahuan,Sikap Pasien dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien TB Paru di Bkpm Pati.

Sylvia A,P. 2009. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-ProsesPenyakit. Edisi 6. Jakarta : EGC.

RamadhaniA. 2010. Pengaruh Pelaksanaan Pengawas Menelan Obat ( PMO ) Terhadap Konversi BTA (+) Pada Pasien TB Paru di RSDK.

Pare, A L dkk. 2012. Hubungan antara Pekerjaan, PMO, Pelayanan Kesehatan, Dukungan Keluarga dan Diskriminasi dengan Perilaku Berobat Pasien TB Paru. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin. Makassar.

Notoadmodjo, Soekidjo dkk. 2007. Promosi KesehatanTeoridan Aplikasi. Jakarta : PT. RinekaCipta.

Smet B . 1974. Psikologi Kesehatan. Jakarta : PT. Grasindo.. Hal 250-256

Niven N. 2002. Psikologi kesehatan pengantar untuk perawat dan profesional kesehatan lain. Jakarta : EGC

Nandangtisna. 2009. FaktorFaktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuan Pasien Dalam Minum Obat Anti Hipertensi di Puskesmas Pamulang Kota Tangerang Selatan Propinsi Banten.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2010. Riset Kesehatan Dasar.

Syafni M. 2010. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keteraturan Penderita TB Paru Dalam Minum OAT di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat.

NotoadmodjoS dkk. 2005. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Preti D. 2011. Faktor Yang BerpengaruhTerhadapKepatuahn Pengobatan( Berobatdan Minum Obat ) Penderita Tuberkulosis Paru di 5 Puskesmas di Kota BOGOR.

World Health Organisation. 2006. Global Tuberculosis Control: surveillance, planning, financing. WHO report 2006. Geneva: World Health Organisation.

World Health Organisation. 2012. Global Tuberculosis Report. Geneva: World Health Organisation

Published
2019-05-31