Main Article Content
Abstract
Sexual violence against children is a serious issue that impacts their psychological, social, and cognitive development. The lack of early sexual education, coupled with societal views that consider this topic taboo, increases children's vulnerability to becoming victims. With technological advancement, educational media in the form of video games has emerged as an engaging and promising alternative to enhance children's knowledge of sexual violence prevention. Objective: To develop an educational video game and evaluate its effectiveness as a tool for preventing sexual violence among elementary school children. This study employed a Research and Development (R&D) design with a one-group pretest-posttest approach without a control group. A total of 90 students from grades 3 to 5 were selected through stratified random sampling. Research instruments included pretest and posttest knowledge questionnaires, as well as a media feasibility assessment questionnaire. Data analysis using the Wilcoxon test showed that the average knowledge score increased from 7.01 before the intervention to 10.61 after the intervention. The results indicated a significant improvement in children's knowledge after using the educational media (p < 0.05). Furthermore, the feasibility assessment revealed that the video game was rated as "highly feasible" by users as an educational tool. The educational video game is both effective and feasible as a tool for teaching sexual violence prevention to elementary school children. It also supports parents and teachers in delivering sensitive material through an enjoyable and interactive approach.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JKEP (Jurnal Keperawatan)
References
Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA). Data kekerasan anak di Indonesia periode Januari 2025. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia; 2025.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Laporan tahunan kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Barat tahun 2024. Bandung: DP3AKB Jabar; 2024.
Sari CP, Rahayu S. Gambaran pelecehan seksual pada remaja putri di sekolah menengah kejuruan (SMK) Jakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2023;11(2):145-52. (Referensi untuk data siswa SMK di Jakarta).
Pratama A, Wijaya K. Prevalensi kekerasan seksual pada siswa laki-laki di SMA Yogyakarta: Studi kasus pelecehan daring dan fisik. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia. 2022;10(1):44-56. (Referensi untuk data siswa laki-laki di Yogyakarta 2022).
World Health Organization (WHO). Child maltreatment: factsheet. Geneva: WHO; 2022 [cited 2024 May 10]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/child-maltreatment.
Ramadhan F, dkk. Karakteristik pelaku kekerasan seksual anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Makassar periode 2018-2021. Jurnal Kriminologi Indonesia. 2022;18(3):89-98. (Referensi untuk data LPKA Makassar).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pentingnya edukasi seks dini dan peran orang tua dalam pencegahan kekerasan seksual. Jakarta: Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; 2022.
Anderson C, Bushman BJ. The effects of educational media on childhood development. In: Handbook of Digital Games. New York: Wiley, 2021. p. 312-25.
Fitriani N, Utami S. Pengembangan media game edukasi berbasis video sebagai sarana pencegahan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Teknologi Pendidikan. 2023;15(1):12-24.
Hannafin MJ, Peck KL. The design, development, and evaluation of instructional software. New York: Macmillan; 1988. (Referensi utama untuk model Hannafin & Peck).
Sugiyono. Metode penelitian pendidikan: pendekatan kuantitatif, kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta; 2019. (Referensi standar untuk metodologi R&D di Indonesia).
Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: deskriptif, bivariat, dan multivariat. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2014. (Referensi untuk uji Wilcoxon dan analisis kuantitatif).
Arikunto S. Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Edisi ke-3. Jakarta: Bumi Aksara; 2021. (Referensi untuk uji validitas dan reliabilitas instrumen).
Tegeh IM, Jampel IN, Pudjawan K. Pengembangan model penelitian pengembangan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2014.
World Medical Association. World Medical Association Declaration of Helsinki: ethical principles for medical research involving human subjects. JAMA. 2013;310(20):2191-4. (Referensi standar internasional untuk persetujuan etik penelitian).
Branch RM. Instructional design: The ADDIE approach. New York: Springer; 2009. (Referensi pendukung untuk perbandingan model pengembangan instruksional).
Batubara JR. Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri. 2010;12(1):21-9. (Referensi untuk memperkuat argumen pada Tabel 1 mengenai kerentanan anak usia pubertas/≥10 tahun).
Soetjiningsih, Ranuh IG. Tumbuh kembang anak. Edisi ke-2. Jakarta: EGC; 2015. (Referensi pendukung mengenai karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar).
Siegel S, Castellan NJ. Nonparametric statistics for the behavioral sciences. 2nd ed. New York: McGraw-Hill, 1988. (Referensi fundamental untuk penggunaan uji Wilcoxon Signed-Rank Test).
Dahlan MS. Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: deskriptif, bivariat, dan multivariat. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2014. (Referensi praktis untuk interpretasi p-value dan Z-score dalam penelitian kesehatan).
Prensky, M. Digital game-based learning. New York: McGraw-Hill, 2007. (Referensi mengenai teori efektivitas video game sebagai media pembelajaran/novelty).
Papastergiou M. Digital game-based learning in high school computer science education: Impact on educational effectiveness and student motivation. Computers & Education. 2009;52(1):1-12. (Referensi untuk mendukung Discussion/Kesimpulan mengenai keunggulan media game dibandingkan dengan media konvensional).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Modul pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek; 2023. (Referensi untuk validasi konten materi pencegahan kekerasan seksual).